Comment
Laga Shandong vs Arema Dipimpin Wasit UEA
Arema Indonesia akan melakoni matcday keempat penyisihan Grup G Liga Champions Asia melawan Shandong Luneng di Shandong Sports Center, Rabu 20 April 2011. Pertandingan kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Uni Emirat Arab (UEA) yakni Ali Al Badwawi.
Seperti dilansir situs resmi AFC, Minggu 17 April 2011, Al Badwawi akan dibantu dua hakim garis yang juga berasal dari UEA, Saleh Al Marzouqi dan Saeed Al Houti. Sedangkan wasit cadangan adalah Mohammed Abdulla Hassan Mohamed yang juga berasal dari negara yang sama dengan para pengadil di atas.
Al Badwawi merupakan wasit langganan turnamen di level Asia. Sebelumnya, wasit ini pernah memimpin pertandingan di Piala Asia 2011 antara India kontra Australia dan Uzbekistan versus Australia.
Kembali ke Arema, pertandingan ini sendiri bersifat krusial buat tim berjuluk Singo Edan itu. Saat ini Arema jadi juru kunci klasemen Grup G dengan poin satu dari tiga pertandingan. Satu-satunya poin yang bisa diraih Arema terjadi saat menahan imbang Shandong di Stadion Kanjuruhan pada 5 April lalu. Sumber source
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
"Keribetan" Berlanjut ke Urusan Izin Pertandingan
Sumber Kompas
Sebutan boleh berbeda, isinya tetap sama. Itu kalimat yang rasanya tepat untuk menggambarkan perubahan nama liga sepak bola kita, dari sebelumnya "Liga Djarum" menjadi "Djarum Liga Super Indonesia 2008." Namanya boleh dibumbui kata "super." Namun, yang terjadi tetap gelaran liga yang sarat problem, mulai dari klub-klub yang miskin karena benar-benar hanya bergantung pada pendanaan APBD, anarkhisme suporter, sampai yang terkini: izin pertandingan.
Senin (28/8), laga Persija Jakarta versus PersitaTangerang yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, terpaksa batal. Pasalnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tidak memberikan izin keramaian kepada Persija. Polisi enggan memberi izin karena dinyatakan ada kerawanan bentrok antar suporter, dan itu berkaca kepada pengalaman perilaku anarkhis suporter Persija di Stadion Lebak Bulus, GBK, dan juga di Stadion Benteng, Tangerang.
Ada masukan yang perlu dipertimbangkan Polda Metro maupun Persija. Bagi Polda, ancaman bentrok sesederhana apapun tak akan mampu mereka atasi, jika pengamanan laga tetap dilakukan secara konservatif. Mengapa konservatif? Sebutan itu layak ditudingkan ke polisi karena pengamanan selama ini hanya berorientasi ke dalam lapangan. Singkatnya, hanya menyiagakan polisi di sekeliling lapangan. Padahal, jika dicermati, potensi keributan antar suporter atau perilaku anarkhisme, bersumber dari tribune penonton (terutama yang "dihuni" suporter klub tuan rumah).
Seharusnya, polisi menyiagakan sejumlah petugas juga di seputaran tribun, yang sewaktu-waktu mereka bisa meminta bala bantuan di tribun yang berpotensi menyebabkan kericuhan. Bagi Persija, ini peristiwa ini bisa menjadi bahan introspeksi penting agar mereka serius membenahi perilaku suporter.
Direktur Umum PT Persija Jaya, Bambang Sutjipto menuturkan, ia sudah sering mengadakan forum silaturahmi suporter untuk menyosialisasikan ide-ide anti kekerasan dan urgensi sportivitas. Namun, itu belum cukup. Perlu dipertanyakan, sejauh mana jangkauan forum-forum itu? Jika hanya di seputar koordinator lapangan (korlap) "Jakmania", maka jelas itu kurang maksimal.
Sebab, sejauh ini, yang sering menjadi biang keributan adalah massa "Jakmania" di tataran terbawah. Merekalah yang kerap melempar botol minuman berisi air kotor ke tribun di bawahnya, atau mencegat mobil bak terbuka di jalan-jalan protokol, sehingga meresahkan pengguna jalan lain.
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Airlangga dan Siswanto Mengincar Starter
Sumber Kompas
Airlangga dan Siswanto berharap besar akan dimainkan Jaya Hartono pada pertandingan melawan Persiwa Wamena, Jumat (1/8). Airlangga dan Siswanto bahkan berharap bisa main sebagai starter pada pertandingan tandang kedua tim Maung Bandung tersebut. “Kami sudah gatal untuk bisa main. Mudah-mudahan melawan Persiwa, kami diberi kepercayaan untuk main,” kata Airlangga dan Siswanto kepada Tribun, Selasa (29/7).
Airlangga dan Siswanto menyatakan, seperti pemain lainnya, mereka tidak betah duduk lama di bangku cadangan. Airlangga dan Siswanto berharap diturunkan di kandang Persiwa karena merasa punya kemampuan.
“Masa kami hanya berlatih terus. Kami juga ingin diberi kepercayaan untuk dimainkan,” kata Siswanto yang memang belum pernah dimainkan Jaya di tiga pertandingan Liga Super yang dilakoni Persib.
Airlangga dan Siswanto menilai, peluang untuk merumput di kandang Persiwa sangat berpeluang. Alasannya kata kedua pemain ini, Persib harus kehilangan Hilton Moreira yang didera cedera. Selain Hilton, Persib memang terancam tampil tanpa Hari Saliburi dan Rafael Alves Bastos yang cedera ketika Persib ditumbangkan Persipura 0-1. “Absennya Hilton mudah-mudahan jadi jalan bagi saya untuk membuktikan diri,” kata Airlangga.
Seperti Hilton, Airlangga memang punya peran sebagai gelandang serang. Di tim “Merah-Putih”, Airlangga banyak diberi tugas sebagai striker murni. “Pokoknya saya sudah gatal untuk bisa membuktikan diri,” ulang Airlangga.
Airlangga berharap, bila dirinya dimainkan di kandang Persiwa, itu akan jadi titik awal dirinya untuk masuk tim inti Persib. Paling tidak, tutur Airlangga, dia akan terus diberi kesempatan merumput di setiap pertandingan.
“Seperti ketika di Deltras, pada awal kompetisi saya hanya dimainkan pada babak kedua. Setelah itu memasuki putaran kedua kompetisi, saya selalu jadi starter. Mudah-mudahan di Persib, yang juga jadi starter,” harap Airlangga.
Walaupun belum punya garansi akan dimainkan saat Persib ditantang Persiwa, Airlangga dan Siswanto tetap berlatih dan mempersiapkan diri secara maksimal. Menurut Airlangga dan Siswanto, selain mempersiapkan soal teknis, melawan Persiwa Persib harus memperhatikan masalah nonteknis.
“Masalah nonteknis ini akan sangat berperan pada pertandingan di Wamena. Pertama soal cuaca, di Wamena kita akan bermain di bawah cuaca atau udara yang berbeda di tempat lain. Faktor nonteknis lainnya yang harus diwaspadai, adalah pertandingan yang tidak disiarkan langsung oleh televisi,” urai Airlangga dan Siswanto.
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Tanding di Samarinda, Persiba seperti Main Tandang
Sumber Kompas
Ribuan suporter Persiba Balikpapan hadir di Stadion Segiri Samarinda pada laga kandang pertama Persiba Balikpapan di ajang Indonesia Super League (ISL) 2008, Minggu (27/7).
Meski harus menempuh perjalanan jauh dari Balikpapan, namun suporter Persiba yang tergabung dalam Persiba Fans Club (PFC) dan Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) tetap setia mendukung perjuangan Ferly La'ala dkk.
Bukan hanya itu, dukungan pun diberikan suporter Persisam Samarinda yang tergabung dalam Pusamania. Di lapangan, kedua suporter biru dan orange ini berbaur jadi satu sambil meneriakkan yel-yel untuk Tim Beruang Madu.
Namun, meski berstatus kandang, Persiba layaknya bermain tandang. Dukungan tidak kalah fanatiknya diberikan kepada tim tamu, PSM Makassar. Bahkan, suara-suara sindiran dari tribun penonton lebih banyak dialamatkan kepada pasukan Peter Butler daripada Juku Eja saat melakukan pelanggaran.
Hal ini diakui kapten Persiba Ferly La'ala. Meski berstatus kandang, Ferly mengakui, Persiba layaknya bermain tandang. "Saya merasakan sekali kemarin kita seperti tidak bermain di kandang," kata Ferly di Hotel JB tempat home base Persiba.
Menurut dia, kandang sesungguhnya Persiba adalah di Kota Minyak. "Ini Samarinda, bukan Balikpapan. Tapi saya salut kepada masyarakat Balikpapan dan Samarinda yang sudah mendukung Persiba," ujarnya.
Menurut dia, dukungan masyarakat Balikpapan, yang hadir di Stadion Segiri, menambah semangat pemain Persiba di lapangan.
Bantuan Pemkot
Usaha keras sudah dilakukan Musafri dkk saat menghadapi PSM Makassar di ajang Indonesia Super League (ISL) 2008, Minggu (27/7) di Stadion Segiri, meskipun berakhir seri 1-1. Usaha keras juga sudah dilakukan suporter Persiba Balikpapan yang jauh-jauh datang dari Balikpapan untuk mendukung perjuangan pasukan Peter Butler. Dengan biaya sendiri, mereka hadir di Stadion Segiri Samarinda.
Perjalanan jauh sekitar 120 km harus ditempuh suporter Persiba yang datang dari Balikpapan. Kelompok suporter Persiba yang tergabung dalam Persiba Fans Club (PFC) sampai-sampai harus menyewa lima bus seharga Rp 15 juta. Dan kini, kas mereka habis hanya untuk satu pertandingan. Menghadapi Deltras Sidoarjo, Jumat (1/8) mendatang, PFC berharap Pemkot Balikpapan dapat memfasilitasi transportasi ke Samarinda.
"Kami pakai uang kas. Sewa lima bus sekitar Rp 15 juta. Uang kas kami sudah habis hanya untuk satu pertandingan," kata Mauliddin M Noor, Ketua Harian PFC, Senin (28/7). Karena itu, Mauliddin tidak menjamin anggota PFC dapat menyaksikan pertandingan-pertandingan Persiba berikutnya di Samarinda.
"Terus terang, kalau harus pakai uang sendiri, jelas kami tidak kuat. Tidak semua suporter Persiba punya uang," ujarnya.
Selain berharap transportasi selama Persiba bermain di Samarinda, Mauliddin juga meminta Pemkot untuk segera menyelesaikan renovasi Stadion Persiba. "Setidaknya September kami harap stadion selesai direnovasi, dan Persiba sudah bisa bermain di Balikpapan. Selama bermain di Samarinda, kami berharap Pemkot atau donatur yang membantu transportasi suporter ke Samarinda," katanya. (TRIBUN KALTIM/EZA)
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Pelita Permalukan Arema
Sumber Kompas
Pelita Jaya mempermalukan tuan rumah Arema Malang, 2-0, pada pertandingan Indonesia Super League (ISL) yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (27/7). Dua gol tim tamu seluruhnya dicetak oleh Cristian Lopez masing-masing pada menit ke-61 dan 86. Dengan tambahan dua gol itu, Cristian Lopez sementara menjadi top skorer ISL dengan 4 gol.
Arema yang mengawali kompetisi dengan hasil brilian dengan dua kemenangan tandang, secara mengejutkan tak berkutik menghadapi Pelita Jaya di kandang sendiri. Tekanan demi tekanan yang dilakukan para penyerang tuan rumah tak membuahkan hasil.
Pertahanan rapat yang diterapkan oleh Pelita Jaya membuat para penyerang Arema seperti kehilangan akal. Saat para pemain tuan rumah mulai frustrasi karena tak juga mampu memecah kebuntuan, Pelita yang diasuh pelatih asal Singapura, Fandy Ahmad, memberikan pukulan telak dengan gol yang dicetak oleh Cristian Lopez pada menit ke-61.
Tersentak oleh gol tersebut, para pemain tuan rumah kian keras mencoba membongkar pertahanan tim tamu. Namun, pertahanan Pelita tampil sangat solid dan luar biasa untuk menghalau setiap serangan tuan rumah.
Setelah tak kunjung mampu membalas gol, Arema kembali dikejutkan oleh Lopes yang kembali mampu membobol gawang M Yasir, hanya empat menit menjelang laga berakhir. Gol tersebut memupus ambisi Arema untuk minimal menyelamatkan satu poin dari pertandingan tersebut.
Tekanan demi tekanan yang dilakukan anak-anak Arema selalu mampu dipatahkan oleh pemain Pelita Jaya, sehingga laga berakhir kedudukan tetap bertahan 0-2 untuk kemenangan tim tamu. (RAY)
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Persib masih pimpin klasemen
Sumber Kompas Hasil dan klasemen Indonesia Super League (ISL) 2008 setelah pertandingan Senin (14/7): Hasil pertandingan Senin: Persitara - Persija 1-3 Hasil pertandingan Minggu (13/7): PSMS Medan - Persiwa Wamena 2-2 Persijap Jepara - Persik Kediri 2-0 PSIS Semarang - PKT Bontang 1-1 Persib Bandung - Persela Lamongan 5-2 Hasil pertandingan Sabtu (12/7) Sriwijaya FC - Persipura Jayapura 2-2 Pelita Jaya - Persiba Balikpapan 1-1 Persita Tangerang - Arema Malang 0-2 Klasemen (main, menang, seri, kalah, selisih gol, nilai): Persib 1 1 0 0 (5-2) 3 Persija 1 1 0 0 (3-1) 3 Persijap 1 1 0 0 (2-0) 3 Arema 1 1 0 0 (2-0) 3 PSMS 1 0 1 0 (2-2) 1 Sriwijaya FC 1 0 1 0 (2-2) 1 Persipura 1 0 1 0 (2-2) 1 Persiwa 1 0 1 0 (2-2) 1 PSIS 1 0 1 0 (1-1) 1 Pelita Jaya 1 0 1 0 (1-1) 1 Persiba 1 0 1 0 (1-1) 1 PKT Bontang 1 0 1 0 (1-1) 1 PSM 0 0 0 0 (0 0) Deltras 0 0 0 0 (0 0) Persitara 1 0 0 1 (1-3) 0 Persik 1 0 0 1 (0-2) 0 Persita 1 0 0 1 (0-2) 0 Persela 1 0 0 1 (2-5) 0 Jadwal pertandingan berikutnya: Jumat (18/7) Sriwijaya FC - Persiwa Pelita Jaya - PKT Persita - Persik
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Persitara Ibarat Jatuh Tertimpa Tangga
Sumber Kompas Persitara Jakarta Utara, klub sepak bola kontestan Indonesia Super League (ISL), ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Tim asuhan Jacksen Tiago ini, sesuai penuturan Manajer Persitara Hari Ruswanto, belum siap secara finansial. Menurut Hari, dana yang sudah di tangan baru dari sponsor, senilai Rp3 miliar. Sudah tentu, duit sebanyak itu tak cukup untuk membiayai "Laskar Si Pitung" tampil di kompetisi. Sebab itu, Persitara berharap tambahan dana dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp 12 miliar, yang belum jelas kapan pengucurannya. Dengan kondisi keuangan pas-pasan seperti itu, Persitara masih diimpit kendala keuangan lain, yaitu gagal memanfatkan potensi pendapatan dari tiket penonton pada laga perdana mereka di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab Bandung; Senin (14/7) malam. Persitara, Senin malam menjamu Persija Jakarta di Jalak Harupat, stadion sementara mereka selama Stadion Kamal Muara diperbaiki. Menurut Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono, Persitara diharuskan menggelar laga tanpa penonton, karena terlambat mengurus izin pertandingan di Soreang itu. "Karena izin belum didapat sampai saat-saat akhir, maka pihak keamanan mengizinkan laga digelar, asalkan tanpa penonton," kata Joko, Senin malam. Jadilah partai derby sesama tim Jakarta itu digelar di Bandung, tanpa penonton pula. Lagi-lagi malang buat Persitara, mereka tumbang 1-3 dari Persija. Keberuntungan rupanya belum berpihak kepada Persitara. (ADP)
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Duel Sriwijaya-Persipura Awali Liga Super
Sumber Kompas
Partai pembuka Indonesia Super League antara Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/7), berakhir imbang 2-2.
Persipura membuka gol lewat Ernest Jeremiah di menit 37. Anoure Obiora membalasnya lima menit menjelang istirahat melalui tendangan terukur ke arah tiang jauh.
"Mutiara Hitam" kembali memimpin lewat gol Albeto Goncalves, tujuh menit setelah turun minum. Namun, Sriwijaya terselamatkan lewat gol penutup Ngon A Jam pada menit ke-79. (Zaini/Sriwijaya Post)
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Pelita Ditahan Persiba 1-1
Sumber Kompas
Pelita Jaya ditahan imbang 1-1 oleh Persiba pada pertandingan pertama Indonesia Super League (ISL) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/7). Gol Pelita diciptakan Cristiano Lopez pada menit ke-63 lewat titik penalti. Adapun gol balasan Persiba diciptakan Musafri pada menit ke-80.
Pelita berhasil unggul setelah wasit Suprihatin menghadiahkan tendangan penalti. Wasit melihat pemain Pelita, Badri Badrusalam, dilanggar pemain Persiba di kotak penalti. Lopez yang menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya secara baik.
Namun pada menit ke-80 Persiba berhasil menyamakan kedudukan berkat gol striker Musafri yang berhasil menyundul bola umpan tendangan pojok Elius Angelo de Jesus.
Di akhir pertandingan nyaris terjadi perkelahian setelah pemain Pelita Jhon Ibo mencoba memukul Robby Gaspar. Untung insiden tersebut tidak berlanjut. Ibo merasa Robby Gaspar telah berbuat curang dengan berpura-pura kesakitan di lapangan saat pertandingan berlangsung.
Pelatih Pelita Jaya, Fandi Ahmad mengaku sangat kecewa pada wasit. "Dia tidak bagus," kata pelatih asal Singapura ini.
Mengenai penampilan anak asuhnya, menurut Fandi, pada babak pertama para pemainnya bermain tegang. "Baru pada babak kedua kami bisa bermain lepas," katanya.
Pelatih Persiba Peter Buttler juga mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit. Menurutnya Pelita tak seharusnya mendapatkan penalti. "Itu diving. Kalau di negara saya itu bukan penalti," kata pelatih asal Inggris ini.
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
Persela Luncurkan Tim
Kesebelasan Persela Lamongan meluncurkan tim baru di Lamongan, Rabu (9/7) untuk menghadapi kompetisi Liga Super 2008. Tim berjuluk "Laskar Jaka Tingkir" itu diperkuat lima pemain asing.
Asisten Manajer Persela Lamongan, Fadeli Hasan, menyebutkan pada peluncuran tim baru itu sekaligus juga dipastikan persetujuan kontrak dengan mantan kiper ketiga Persija Jakarta, Agus Jebir Sriyanto, untuk memperkuat barisan penjaga gawang Persela.
"Acara launching ini sebetulnya hanya syukuran bagi Persela sebelaum bermain di Liga Super 2008. Target kami pokoknya tidak menjadi peserta yang sekedar numpang lewat. Lebih bagus kalau Persela bisa menembus peringkat empat besar," kata Fadeli.
Persela saat ini sudah diperkuat lima pemain asing, seperti Marcio Souza, Alex Robinson, Fabiano Rosa Beltrame, Epalla Jordan, dan Edgar Aguilera yang pernah jadi pemain timnas Paraguay di bawah asuhan Pelatih Paulo Cesar Carpeggiani pada pentas Piala Dunia 1998.
Sumber Kompas
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
PSMS Bingung soal Nasib Pemain
"Itu, (masalah pemain) itu yang menjadi beban buat saya. Saya tidak bisa memaksakan (pemain jika ada) klub lain mengambil mereka. Tapi sampai saat ini mereka tetap di belakang kita," kata Sihar di Singapura ketika dihubungi Kompas.com dari Jakarta.
Meski hingga kini semua pemain menyatakan dukungannya untuk tetap membela PSMS, masalah lain yang lebih berat bakal menghadang runner-up Liga Indonesia musim 2007/08 tersebut. Sihar membayangkan hukuman yang bakal diterima PSMS yang bakal berdampak buruk bagi pengembangan klub di masa depan.
"Nantinya kita bisa saja turun ke Divisi III atau tidak boleh main bola sama sekali, terus kena penalti selama beberapa tahun. Bisa sepuluh tahun kita kena penalti. Akhirnya kita semua bukannya mendapat keuntungan tapi malah merugikan diri sendiri," tambah Sihar.
Sihar sendiri saat ini menyerahkan keputusan jadi tidaknya PSMS main di Liga Super kepada PSSI yang akan mengadakan rapat Kamis (10/7) besok. Ia optimistis PSSI dapat memberikan jalan terbaik bagi PSMS agar dapat bermain di liga yang bakal digelar mulai Sabtu (12/7), termasuk jika harus memindahkan markas ke luar kota.
"Timnya main di mana aja sih oke aja. Mau di Papua kek, di mana saja, asal PSMS bisa main (di liga) saya siap. Saya ingin PSMS tetap dapat bermain di Liga Super," kata Sihar.
Menurut Sihar, kasus ini nantinya harus menjadi bahan pertimbangan bagi Badan Liga Indonesia (BLI) agar membenahi manajemen dan pengelolaan liga secara baik. Bukan tidak mungkin bakal ada klub-klub lain yang menyusul pengunduran diri seperti itu dan ini akan menjadi bumerang bagi persepakbolaan tanah air.(LHW)
source
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
The Judgement Day di Senayan
Sebagai tanda dimulainya Liga Super Indonesia (LSI) Badan Liga Indonesia (BLI) hari Minggu (6/7) menggelar pertandingan tim Super Eleven dan Fantastic Eleven di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Dalam pertandingan yang bertajuk The Judgement Day ini tim Super Eleven akan diperkuat pemain-pemain bintang Indonesia, sedangkan Fantastic Eleven diperkuat pemain-pemain asing yang berlaga di LSI. Sebelumnya, BLI ingin mengundang klub Penarol dari Uruguay, namun dibatalkan karena Penarol hanya bersedia menurunkan pemain cadangan. Sebagai gantinya, BLI berinisiatif menggelar pertandingan The Judgement Day.
Super Eleven akan dilatih Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC) dan dimanajeri aktor Deddy Mizwar. Sementara Fantastic Eleven dimanajeri Sebastian Parades, Presdir Bank Danamon asal Ekuador, sedangkan posisi pelatih baru ditentukan selepas workshop pelatih. Pelatih Persipura Raja B Isa, pelatih Persik Arcan Iurie, atau pelatih PSM Radoy Minkovski berpeluang menjadi pelatih tim itu.
Seperti diberitakan Tabloid BOLA, sebelum menuju hari penghakiman ini, agenda pembukaan LSI dimulai dengan workshop media (3-5 Juli) yang disambung dengan workshop pelatih (4-6 Juli), dan Football Expo di lintasan lari SUGBK (4-6 Juli). Pada Football Expo, BLI memberi kesempatan kepada klub dan partner BLI untuk melakukan pameran. Materi expo ini pun beragam, mulai dari profil klub, edukasi, hingga hiburan.
"Semua ini kita buat agar sepakbola kita lebih dekat dengan penggemarnya dan makin profesional," jelas Joko. Sambutan datang dari klub. "Kita harapkan gebyar profesional ini tak hanya terjadi di pembukaan, tetapi juga berlangsung terus sepanjang kompetisi," tutur Arif Budi Santoso, manajer Pupuk Kaltim.
SUSUNAN PEMAIN
---------------------------------------
FANTASTIC ELEVEN
Patricio Jimenez, Leonardo Martins Dinelli, Andreson Ribeiro Tegao (PSMS), Zah Rahan, Keith Jerome Kayamba, Onoure Obiora (Sriwijaya FC), Abanda Herman, Pierre Njanka, Robertinho Pugliara, (Persija), George Nyeck Nyobe (Persib), Gaston Castano (PSIS), Ronald Fagundez, Danilo Fernando, Cristian Gonzales (Persik), Emaleu Serge, Emile Mbamba (Arema), Robert Mark Gaspar (Persiba), Ali Khaddafi, Claudio Proneto, Julio Lopez (PSM), Victor Igbonefo, Alberto Goncalves (Persipura)
SUPER ELEVEN
Ferry Rotinsulu, Isnan Ali, Wijay, Charis Yulianto (Sriwijaya FC), Bambang Pamungkas, Aliyudin, Ponaryo Astaman, Ade Suhendra (Persija), Budi Sudarsono, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Markus Horison (Persik), Firman Utina, Erol Iba (Pelita Jaya), Syamsul Chaeruddin (PSM), Eka Ramdani, Nova Arianto, Hariono (Persib), Heru Nerli, Ortizan Solossa, Ricardo Salampesy (Persipura), T.A. Musfari (Persiba), Andika Yudhistira (PSMS). Pela
source
Posted by Ali Mahrus
Labels: Indonesia, Liga Super
